MODEL PEMBELAJARAN KETERAMPILAN BERBAHASA (BERBICARA DAN MENULIS)



MODEL PEMBELAJARAN KETERAMPILAN BERBAHASA
 (BERBICARA DAN MENULIS)

BAB I PENDAHULUAN
1.1  Latar Belakang

Pembelajaran di dalam kelas, pada dasarnya dimaksudkan untuk membantu siswa “bertahan hidup” atau bahkan “mewarnai kehidupan”. Karena itu, pembelajaran di sekolah tidak seharusnya diarahkan untuk sekedar mengenal, mengingat, atau memahami ilmu pengetahuan. Mereka harus mampu memanfaatkan ilmu pengetahuan yang dipelajarinya untuk bekal mereka dalam mengenali dan mengatasi masalah kehidupan, atau bahkan dalam menciptakan sesuatu yang bermanfaat bagi kehidupan (Asrofah:hlm.1). Untuk membantu siswa diperlukan model pembelajaran. Hal ini sesuai dengan kenyataan bahwa guru di sekolah rata-rata menggunakan bahan ajar sebagai satu-satunya pedoman pelaksanaan pembelajaran. Selain itu, masih rendahnya prestasi belajar bahasa Indonesia. Berdasarkan kondisi tersebut pengembangan bahan ajar berbasis model pembelajaran yang berorientasi pada kemampuan siswa harus diaplikasikan dengan sebaik-baiknya. Selanjutnya, ketaatan guru terhadap bahan ajar yang dinilai memiliki dampak negatif yakni ketergantungan guru terhadap bahan ajar justru menjadi salah satu peluang yang dapat dimanfaatkan guna meningkatkan mutu pembelajaran. Syaratnya yaitu bahwa bahan ajar tersebut haruslah dirancang dengan berbasis pada model pembelajaran tertentu yang diorientasikan pada siswa. Dengan demikian, guru tidak sadar bahwa dia melaksanakan pembelajaran berdasarkan model pembelajaran tertentu.
Model Pembelajaran adalah contoh pola atau struktur pembelajaran siswa yang didesain, diterapkan, dan dievaluasi secara sistematis oleh guru dalam rangka mencapai tujuan pembelajaran. Dalam pengertian lain model pembelajaran adalah suatu contoh bentuk pembelajaran yang tergambar dari awal sampai akhir pembelajaran yang disajikan secara khas oleh guru dikelas (Sufairoh:2016).
Berdasarkan Permendikbud Nomor 65 Tahun tentang Standar Proses, model pembelajaran yang diutamakan dalam implementasi Kurikulum 2013 adalah model pembelajaran Inkuiri (Inquiry Based Learning), model pembelajaran Discovery (Discovery Learning), model pembelajaran berbasis projek (Project Based Learning), dan model pembelajaran berbasis permasalahan (Problem Based Learning) (Fajar:2014). Model pembelajaran tersebut adalah model yang telah digunakan secara umum dalam pembelajaran kurikulum 2013, diperlukan model-model khusus untuk pembelajaran keterampilan berbahasa diantaranya model kolaboratif  dan model interaktif.
Berdasarkan uraian di atas, perlunya pemahaman dalam memilih model bahan ajar bahasa Indonesia berbasis model pembelajaran yang berorientasi pada pendidikan kurikulum 2013. Pembelajaran dilaksanakan dengan menekankan pada model bahan ajar dalam rangka mengembangkan kemampuan siswa, sekaligus meningkatkan keterampilan berbahasa siswa khususnya berbicara dan menulis.
1.2  Tujuan
Tujuan penulisan untuk menujukkan model pembelajaran keterampilan berbahasa, jenis, hakikat dan model penerapan pembelajaran berbahasa (berbicara dan menulis).

BAB II PEMBAHASAN
2.1  Model Pembelajaran Keterampilan Berbahasa
Rusman (2010) dalam bukunya yang berjudul Model-Model Pembelajaran Mengembangkan Profesionalisme Guru mengemukakan bahwa model pembelajaran adalah suatu rencana atau pola yang dapat digunakan untuk membentuk kurikulum (sebagai rencana pembelajaran jangka panjang), merancang bahan-bahan pembelajaran, dan membimbing pembelajaran di kelas atau yang lain. Beliau menjelaskan bahwa model pembelajaran memiliki ciri sebagai berikut, yaitu berdasar teori pendidikan dan teori belajar, mempunyai misi dan tujuan tertentu, sebagai pedoman untuk perbaikan kegiatan belajar-mengajar di kelas mempunyai bagian, memiliki dampak sebagai akibat terapan model pembelajaran, dan membuat persiapan mengajar (desain instruksional) dengan pedoman model-model pembelajaran yang dipilih. (Yazidi: hlm.90).

Hamid (2014) dalam bukunya menyebutkan ada dua model pembelajaran, pertama model pembelajaran kolaboratif dan model pembelajaran interaktif. Adapun kedua model pembelajaran tersebut dapat dipilih untuk diaplikasikan di dalam pembelajaran bahasa Indonesia.
Adapun bagian- bagian dari model pembelajaran kolaboratif dan interaktif, sebagai berikut:
1.      Model pembelajaran kolaboratif menitikberatkan kepada kemampuan guru dan siswa dalam menjalankan pembelajaran, baik dari mendesain, interaksi dan kerja sama dalam pembelajaran.
2.      Model pembelajaran interaktif terdiri dari beberapa bentuk di antaranya: Picture and picture, Numbered Head Together, Cooperative Script, Kepala Bernomor Struktur, Jigsaw, Course Review Horray, Think Pair And Share, Mind Mapping, Snowball Trowhing Artikulas, Mind Mapping, Mencari Pasangan, Bertukar Pasangan, Tebak Kata, Kelompok Bergerak.

Pemilihan model bahan ajar memiliki banyak cara, kembali kepada guru untuk memilih model pembelajaran apa yang akan diaplikasikan di dalam pembelajaran. Guru dapat memilih model pembelajaran yang sesuai dengan pembelajaran keterampilan berbahasa, khusunya keterampilan berbicara dan keterampilan menulis. Keterampilan berbicara dalam mata pelajaran Bahasa Indonesia, mengarahkan setiap siswa untuk meningkatkan kemampuan berkomunikasi secara lisan dengan baik dan benar di hadapan publik (Harnani dan Siti :2016). Menulis diistilahkan mengarang  yaitu segenap kegiatan seseorang mengungkapkan gagasan dan menyampaikan melalui bahasa tulis (Gie 202:3). Menurut Morsey (dalam Tarigan,2008:4) menulis dipergunakan, melaporkan, atau memberitahukan, dan mempengaruhi dengan maksud dan tujuan dapat dicapai dengan baik oleh orang-orang yang dapat menyusun pemikirannya dan mengutarakan dengan jelas.
Berdasarkan model-model di atas, akan dipilih salah satu model pembelajaran yang akan di terapkan dalam pembelajaran bahasa khusunya keterampilan berbicara dan menulis.

2.2     Jenis, Hakikat dan  Model Penerapan Pembelajaran Keterampilan Berbahasa

Jenis model pembelajaran keterampilan berbahasa sangat bervariasi, diantaranya Picture and picture, Numbered Head Together, Cooperative Script, Kepala Bernomor Struktur, Jigsaw, Course Review Horray, Think Pair And Share, Mind Mapping, Snowball Trowhing Artikulas, Mind Mapping, Mencari Pasangan, Bertukar Pasangan, Tebak Kata, Kelompok Bergerak, namun penulis hanya akan memfokuskan dan memilih dua jenis model pembelajaran. Jenis model pembelajaran berbahasa yang dipilih  yaitu, cooperative script dan snowball trowhing.  Menurut Hanafiah dan Suhana (2009) Hakikat dari model pembelajaran adalah Model pembelajaran merupakan suatu pendekatan untuk menyiasati perubahan perilaku peserta didik secara adaptif maupun generatif, dan model pembelajaran berkaitan erat dengan gaya belajar peserta didik dan gaya mengajar guru yang sering dikenal dengan style of learning and teaching (Yazidi: hlm 90).
Berdasarkan keterangan di atas, jenis , hakikat  dan model pembelajaran memang banyak jenis dan manfatnya, Adapun  model yang akan di aplikasikan penulis adalah cooperative script dan snowball trowhing pemilihan ini di harapkan  dapat membantu siswa dalam meningkatkan kemampuan dalam  pembelajaran berbicara dan menulis. Cooperative script adalah sebuah model yang menarik bagi siswa, karena siswa akan berbicara secara langsung dan akan mendapatkan respons langsung dari lawan bicaranya dalam membahas sebuah tema atau materi pembelajaran yang diberikan guru. Sedangkan snowball throwing adalah model permainan melempar bola salju yang dalam pengajarannya sangat menarik untuk diberikan kepada siswa, sehingga siswa tidak bosan dalam menulis bahkan menjadikan pembelajaran menjadi menyenangkan.
Penerapan model cooperating script akan diaplikasikan ke dalam pembelajaran keterampilan berbahasa berbicara, adapun penerapan atau langkah-langkahnya  sebagai berikut:
·         Guru membagi siswa untuk berpasangan
·         Guru membagi materi kepada siswa untuk dibaca
·         Siswa menentukan siapa yang akan pertama berperan sebagai pembicara dan siapa yang berperan sebagai pendengar
·         Pembicara membicarakan kesimpulan atau ringkasan selangkap mungkin, sedangkan   pendengar menyimak dan menghubungkan materi dengan materi sebelumnya
·         Siswa bertukar peran kembali
·         Setelah selesai guru dan siswa bersama-sama menyimpulkan materi hasil pembelajaran
·         Penutup.
Model cooperative cript di harapkan mampu membuat siswa yang awalnya tidak berani berbicara, menjadi termotivasi dengan adanya lawan bicara yang siap mendengarkan, guru dituntut untuk memberikan keluasan kepada siswa dalam mengutarakan hasil pemikiran dalam materi yang telah diberikan.
Adapun penerapan model snowball throwing akan diaplikasikan ke dalam pembelajaran keterampilan berbahasa menulis, adapun penerapan atau langkah-langkahnya  sebagai berikut:
·         Guru menjelaskan materi pembelajaran kepada siswa
·         Guru membagi siswa ke dalam beberapa kelompok
·         Siswa diminta membuat tulisan sesuai arahan guru, contohnya menulis teks deskripsi
·         Setelah selesai menulis siswa mulai bermain snowball trowing
·         Kelompok yang terakhir memegang bola harus maju ke depan memaparkan hasil tulisannya
·         Guru dan siswa menyimpulkan hasil materi pembelajaran.
·         Penutup
Model pembelajaran snowball throwing lebih memusatkan kepada permainan, ini berguna untuk melapas kejenuhan siswa saat menulis. Siswa selalu berkutat dengan materi teks dan tidak lepas dari kegiatan menulis, diperlukan model snowball throwing ini guna membuat pembelajaran menyenangkan dan tetap membuat siswa bersemangat dalam menulis.
BAB III PENUTUp
3.1 SIMPULAN
Model pembelajaran sangat banyak, tugas guru untuk memilih model mana yang layak dan tidak untuk diterapkan. Guru dapat memilih model pembelajaran yang sesuai dengan pembelajaran keterampilan berbahasa, khusunya keterampilan berbicara dan keterampilan menulis. Model pembelajaran sangat banyak, tugas guru untuk memilih model mana yang layak dan tidak untuk diterapkan. Diantara banyaknya model pembelajaran berbahasa yang dapat dipilih penulis memilih dua model yaitu cooperative script dan snowball trowhing pemilihan ini di harapkan  dapat membantu siswa dalam meningkatkan kemampuan dalam  pembelajaran berbicara dan menulis. Cooperative script adalah sebuah model yang menarik bagi siswa, karena siswa akan berbicara secara langsung dan akan mendapatkan respons langsung dari lawan bicaranya dalam membahas sebuah tema atau materi pembelajaran yang diberikan guru. Sedangkan snowball throwing adalah model permainan melempar bola salju yang dalam pengajarannya sangat menarik untuk diberikan kepada siswa, sehingga siswa tidak boosan dalam menulis bahkan menjadikan pembelajaran menjadi menyenangkan.
Penerapan model  pembelajaran cooperative script dan snowball throwing diharapkan mampu membantu guru dalam meningkatkan minat siswa dalam materi pembelajaran berbicara dan menulis.
Daftar pustaka
Asrofah. Pengembangan Pembelajaran Bahasa Indonesia Melalui Model Kooperatif Berbasis Life Skill.Jurnal:IKIP PGRI Semarang
Gie, The Liang.2002.Terampil Mengarang.Yogyakarta:Andi.
Hamid, Sholeh. 2014.Metode Edutainment. Jogyakarta:Diva Press.
Harnani dan Samhati, Siti.2016.Peningkatan Kemampuan Berbicara Melalui Model Pembelajaran Jigsaw Pada Siswa Kelas VII.Jurnal:J-Simbol.
Sufairoh.2016.Pendekatan Saintifik dan Model Pembelajaran K-13.Jurnal:Pendidikan Profesional,volume 5. No 3.
Tarigan, Hendri Guntur.2008. Menulis Sebagai Suatu Keterampilan Berbahas.Banding:Angkasa.
Yazidi, Akhamad.Memahami Model-Model Pembelajaran Dalam Kurikulum 2013.Skripsi:FKIP Universitas Pakuan Bogor.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

TEORI NATIVISME

CONTOH REVIEW BUKU