CONTOH REVIEW BUKU
REVIEW BAB III BUKU
ABDUL CHAER DAN LEONE AGUSTINE
(BAHASA DAN
MASYARAKAT)
A. IDENTITAS
|
Judul
Buku
|
:
|
Sosiolinguistik
Perkenalan Awal
|
|
Penulis
|
:
|
Abdul
Chaer dan Leonie Agustina
|
|
Penerbit
|
:
|
Rineka
Cipta
|
|
Cetakan
|
:
|
Edisi
Revisi 2010
|
|
Jumlah
Halaman
|
:
|
ix-268
(Jumlah halaman Bab III Bahasa dan Masyarakat : 17 hlm )
|
B.
PENDAHULUAN
Sosiolinguistik
merupakan gabungan dari dua disiplin keilmuan, sosiologi dan lingustik. Tujuan dari sosiolinguistik adalah untuk
memecahkan dan mengatasi masalah-masalah di dalam masyarakat, khususnya dalam kebahasaan dan baik secara
mikrolinguistik maupun makrolinguistik. Masyarakat sendiri sebagai pelaku dalam bahasa dan sosial memberikan
warnanya sendiri, bahkan
memunculkan ragam bahasa pada bahasa itu sendiri. Buku Abdul Chaer membahasa perkenalan awal tentang
sosiolinguistik dan telah mengalami revisi. Pengetahuan tentang sosiolinguistik
diharapkan memberikan pengetahuan dalam memecahkan masalah untuk bersosialisasi
dan berkomunikasi dalam berkehidupan masyarakat.
C.
PEMBAHASAN
Buku sosiolinguistik
karangan Abdul Chaer adalah buku yang diterbitkan oleh Rineka Cipta dengan membahas
beberapa ilmu perkenalan awal tentang sosiolinguistik. Salah satu bab dalam
buku tersebut menjelaskan tentang “Bahasa dan Masyarakat”. Di mana diketahui
bahasa telah hidup sebagai alat komunikasi dalam masyarakat dan terus
berkembang. Bahasa yang lahir pada masyarakat memiliki beberapa ragam yang
berbeda dan bahasa manusia memiliki keistimewaan yang harus terus dikaji.
Bahasa
dibagi ke dalam beberapa bagian, salah
satunya bahasa adalah tutur. Ferdinand de Sausure (1916) membedakan tuturan
menjadi tiga yakni, langange, langue,
dan parole. Di dalam bab tersebut dijelaskan bahwa langange adalah bahasa
manusia secara menyeluruh “manusia memiliki bahasa dan binatang tidak memiliki
bahasa” penjelasan ini langange adalah bahasa dan tidak dapat dijelaskan dengan
data karena bersifat abstrak. Langue adalah istilahkan sebagi bahasa lambang
bunyi yang digunakan sebagai alat komunikasi antar masyarakat untuk
berinteraksi secara verbal. Langue adalah system lambang bunyi yang digunakan
sekelompok masyarakat dalam wilayahnya masing-masing dan bersifat abstrak.
Adapun parole adalah bentuk ujaran dari langue. Parole merupakan pelaksanaan
langue, apapun yang terpikirkan oleh langue dijelaskan atau diujarkan parole,
karena parole adalah hasil ujaran yang dilakukan antar masyarakat, bersifat
kongkret dan bisa dijelaskan melalui data empiris.
Sebagai langage bahasa
itu bersifat universal, sebab dia adalah satu sistem lambang bunyi yang
digunakan manusia pada umumnya, bukan pada tempat tertentu (dalam pikiran manusia). Tetapi
sebagai langue meskipun bahasa itu memiliki ciri ke universalan,
tapi terbatas pada masyarakat tertentu. Suatu masyarakat tertentu memang agak sukar
rumusannya, namun
adanya ciri, saling mengerti (mutual intelligible). Kemampuan seseorang dalam berkomunikasi tentunya hasil
dari interpretasi dan pengaruh lingkungan. Paling tidak ia mampu menguasai
bahasa ibu sebagai warisan dari keluarga. Faktor-faktor yang mempengaruhi
seseorang dalam berbahasa, hingga akhirnya seorang dalam berbahasa dengan lebih
dari satu bahasa di sebut dengan istilah verbal reportoir.
Verbal
reporteir ada dua macam
yaitu yang dimiliki setiap penutur secara individual, dan yang merupakan milik
masyarakat tutur secara keseluruhan. Pertama mengacu pada alat-alat verbal yang
dikuasai oleh seorang penutur, termasuk kemampuan untuk memilih norma-norma
sosial bahasa sesuai dengan situasi dan fungsinya. Kedua mengacu pada
keseluruhan alat-alat verbal yang dalam suatu masyarakat beserta norma-norma
untuk memilih variasi yang sesua dengan konteks sosialnya. Kajian
bahasa yang mempelajari penggunaan bahasa sebagai sistem interaksi verbal
diantara penuturnya dalam masyarakat disebut sosiolinguistik mikro sedangkan
kajian mengenai penggunaan bahasa dalam hubungannya dengan ciri-ciri linguistik
dalam masyarakat di sebut sosiolinguistik makro (Appel
1976: 22). Verbal repertoir setiap penutur ditentukan oleh masyarakat di mana ia
berada sedangkan
verbal repertoir suatu masyarakat tutur terjadi dari himpunan tutur terjadi
dari himpunan verbal repertoir semua penutur di dalam masyarakat.
Dilihat
dari sempit dan luas verbal repertoirnya, dapat dibedakan adanya dua macam
masyarakat tutur:
a. Masyarakat tutur
yang repertoirnya pemakaiannya lebih luas, danmenunjukan verbal repertoirnya
setiap penutur lebih luas pula.
b. Masyarakat tutur yang
sebagian anggotanya mempunyai pengalaman sehari-hari dan aspirasi yang sama,
dan menunjukan pemakaian wilayah linguistik yang lebih sempit, termasuk juga
perbedaan pariasinya.
Pokok pembicaraan
sosiolinguistik adalah hubungan antara bahasa dengan penggunaan di dalam masyarakat, lahirlah
tingkatan bahasa dalam tatanan sosial. Seperti kita analisis dalam kasus
kebangsawanan masyarakat tutur bahasa jawa. Kuntjaraningrat (1967:245) membagi
masyarakat Jawa atas
empat tingkat:
1. Wong cilik
2. Wong sudagar
3. Priyayi
4. Ndara
Penelitian
yang telah dilakukan mengenai bahasa Jawa (kebangsawanan) dan hasil penelitian
ahli (hubungan antara bahasa dengan kelas sosial) dapat epert kesimpulan bahwa ada korelasi antara tingkat sosial di
dalam masyarakat dengan ragam bahasa yang digunakan.
D.
REVIEW
Berdasarkan hasil pembahasan sosiolinguistik pengatar
awal yang ditulis oleh Abdul Chaer
dapat diperoleh kesimpulan bahwa
materi tersebut memberikan konsep penting mengenai
“Bahasa dan Masyarakat” membahas segala
aspek awal yang mempengaruhi bahasa dalam masyarakat, diantaranya sebagai
berikut.
1. Bahasa
tutur
2. Verbal
epertoire
3. Masyarakat
tutur
4. Bahasa
dan tingkat sosial
Pembahasan tentang bahasa dan masyarakat dalam buku Abdul
Chaer sangat membantu pembaca dalam mengetahui dasar awal perkenalan
sosiolinguistik dan untuk mempelajari sosiolinguitik. Pembahasannya runtut dan
mudah dipahami, terdapat beberapa contoh dan hasil penelitian sehingga pembaca
tidak kesulitan dalam memahami tujuan buku. Pembahasan antara bab pertama dan
selanjutnya terus berkaitan dan semakin diperdalam. Untuk berkenalan dengan
sosiolinguistik buku karangan Abdul Chaer dapat dijadikan salah satu pilihan
yang baik
Berangkat dari berbagai kondisi-kondisi seperti yang
dijelaskan di atas, maka penulis mengambil posisi bahwa pembahasan tentang
bahasa dan masyarakat sudah dapat memberikan gambaran dasar pada pembaca,
tentang bagaimana bahasa dan masyarakat berhubungan. Penulis juga dapat menilai
isi buku yang di tulis oleh Abdul Chaer, dalam penulisannya sudah sesuai dengan aturan yang berlaku
yaitu, sesuai dengan EYD (Ejaan Yang Disempurnakan). Sistematika penulisannya
sudah terstruktur dengan baik, sehingga setiap pokok bahasan jelas untuk
dibagian pembahasan dalam memberikan pengertian dan contoh-contoh penelitian
yang pernah dilakukan ahli digambarkan dengan tabel dan bagan-bagan semua itu dapat
memudahkan pembaca untuk memahami materi yang di bahas.
Materi
bahasa dan masyarakat di dalam buku
Abdul Chaer dijelaskan dengan baik, terdapat beberapa buku-buku karangan
penulis yang membahas tentang bahasa dan masyarakat tetapi secara terpisah,
beberapa diantaranya di dalam buku Aslinda dan Leni Syafyahya Pengantar
sosiolinguistik (2007) membahas tentang masyarakat dan verbal repertoire, di
dalam bukunya lebih banyak membahas tentang faktor-faktor sosio-situasional dan
variasi bahasa. Dan beberapa materinya dikutip dari buku Abdul Chaer.
Buku-buku
yang penulis dapatkan tidak semua membahas masyarakat dan bahasa secara utuh,
lebih banyak buku yang memisahkan materinya dan lebih merincikannya ke dalam
satu materi tersendiri, buku lainnya membahas tentang masyarakat tutur dalam buku
Sosiolinguistik Kajian Teori dan Analisis karya I Dewa Putu Wijana dan Muhammad
Rohmadi (2013) membahas masyarakat tutur secara tersendiri
di mana pembahasan pertama membahas tentang batasan tutur dan ditutup dengan
pembahasan gegar budaya dan aneka verbal penutur partisipatif. Pembahasan buku
tersebut tidak jauh berbeda dengan contoh-contoh yang terdapat dibuku abdul
Chaer tetapi pembahasannya tentang masyarakat tutur dijelaskan secara lebih
rinci. Buku abdul Chaer patut untuk dijadikan pengantar awal dalam mempelajari
sosiolinguistik, dalam buku Sosiolinguistik karya Sumarsono (2013) beberapa
materi pembahasannya membahas tentang bahasa dan kelas sosial, masyarakat aneka
bahasa dan materi pendukung lain, tetapi bahasanya sukar dipahami dan untuk
mendukung pemahaman lebih baik tentang masyarakat dan bahasa adalah memadukannya dengan buku Abdul Chaer.
Bahasa
adalah identitas seseorang, kita dikenal karena bahasanya ( Pateda, 2015: 92).
Bahasa dan masyarakat tidak hanya sekedar materi pembelajaran, tetapi penting
untuk terus dikaji, karena bahasa adalah identitas jati diri kita sebagai
masyarakat sosial. Dan penulis sangat mengapresiasi buku Abdul chaer dan
direkomendasikan untuk dibaca oleh pemula yang ingin mempelajari tentang
sosiolinguistik lebih dalam, buku ini bermanfaat dan dapat menambah informasi
khususnya tentang bahasa dan masyarakat.
E.
PENUTUP
Dari hasil review buku tersebut dapat disimpulkan bahwa
sosiolinguistik ilmu yang mempelajari pengetahuan tentang suatu fenomena dan
gejala-gejalanya yang terjadi dalam bahasa dan masyarakat. Bahasa adalah ilmu
komunikasi yang digunakan masyarakat untuk berkomunikasi. Bahasa terus berkembang
sejalan dengan perkembangan masyarakat. Selama masyarakat ada bahasa akan tetap
ada. Bahasa
dan masyarakat adalah dua hal yang tidak dapat dipisahkan, sosiolinguistik
adalah ilmu yang mempelajari bahasa masyarakat dalam berkehidupan sehari-hari.
Tuturan dan tingkat sosial masyarakat sangat memengaruhi bahasa.
F. SARAN
Berdasarkan kesimpulan di atas penulis menyarankan
untuk memperoleh pengetahuan tentang
bahsa dan masyrakat, lebih banyak membaca buku-buku sosiolinguistik yang
berbeda. Tetapi buku Abdul Chaer bisa menjadi pilihan utama, dan dapat
memberikan gambaran tetang bagaimana sosolinguistik tentang pandangannya
terhadap bahasa dan masyarakat.
DAFTAR REFERENSI
Aslinda dan Syafyahya, Leni. 2014. Pengantar Sosiolinguistik.
Bandung : PT Refika Aditama
Chaer.
Abdul. 2010. Sosiolinguitik Pengantar
Awal. Jakarta :Rineka Cipta
Pateda, Mansoer. 2015. Sosiolinguistik. Bandung: CV Angkasa
Sumarsono. 2013. Sosiolinguistik. Yogyakarta: SABDA &
Pustaka Belajar
Wijana, I Dewa Putu dan Muhammad Rohmadi. 2013.
Sosiolinguistik Kajian Teori dan Analisis. Yogyakarta: Pustaka Belajar
Komentar
Posting Komentar