KETEMUQ KEPERCAYAAN MASYARAKAT SASAK
KETEMUK
DALAM KEPERCAYAAN MASYARAKAT SASAK
Saya mendapatkan pembahasan tentang
mertuq dalam internet yang menyatakan:
Peretus atau peretuq dalam daerah saya dikenal dapat Mengobati
suatu penyakit dengan mantra yang dikombinasikan dengan menarik rambut pilihan
dari seorang tabib yang bisa melakukan Peretus
ini. Hal ini merupakan implementasi dari keyakinan bahwa suatu penyakit yang
menjangkiti manusia ada sangkut pautnya dari campur tangan makhluk halus.
Ketika tabib membacakan mantra lalu diikuti dengan menarik beberapa helai
rambutnya dari ujung, maka akan terdengarlah suara meledak seperti
"Plok" yang merupakan indikator bahwa si pasien positif terkena
penyakit dari makhluk halus atau yang dalam bahasa Sasak disebut ketemuq.
Untuk menghilangkan campur tangan
makhluk halus tersebut, maka dilakukanlah dengan memanfaatkan mantra Peretus tersebut.
Beberapa kali penulis juga mengobati
penyakit kepada tabib dengan meretuq dan
memang penyakit tersebut hilang dengan perlahan setelah diberikan Sembek/Obat berupa tanah pasir
atau dari kapur yang kemudian ditempelkan pada dahi si pasien.
Dari penjelasan itulah saya mendapat
ide untuk melakukan riset tentang ketemuq.
Ketemuq adalah hal yang biasa dialami oleh masyarakat
suku sasak, dan karena ketemuq telah menjadi sebuah kepercayaan maka saya
bermaksud untuk menelusurinya secara lebih lanjut. Adapun ketemuq dalam kepercayaan sasak, sebuah
tradisi yang diyakini jika seseorang sakit secara tiba-tiba dan memiliki gejala
seperti demam tinggi, mual-mual,dan setiap rasa sakit yang diyakini telah
dirasakan oleh ruh orang meninggal sebelum kematiannya baik itu sakit biasa
maupun sakit yang luar biasa intinya seseorang yang ketemuq akan merasakan apa
yang telah dirasakan oleh ruh orang yang telah meninggal tersebut. Dalam bahasa
Indonesia ketemuq diartikan sebagai sapaan atau bertemu, adapun ketemuq itu
dalam garis besarnya adalah bertemu dan disapa oleh ruh orang yang telah
meninggal dunia baik disebabkan karena ruh tersebut itu merasa terganggu
ataupun karena suka pada yang terkena ketemuq (sapaan) tersebut. Itulah
sebabnya mengapa orang-orang yang melewati rumah kerabatnya yang telah
meninggal dunia selalu mengucapkan kalimat permisi dalam bahasa sasak yaitu
“poq banggaq dendeq sapaq” yang diyakini dapat mencegah mereka dari sapaan ruh
orang yang telah meninggal tersebut.
Untuk
lebih memahami apa itu ketemuq maka saya membuat beberapa pertanyaan yang telah
mendapatkan jawaban baik dari pendapat saya maupun orang lain yang lebih
memahami tentang ketemuq. Adapun rumusan masalah yang telah terpecahkan ialah
sebagai berikut :
a)
Apa pendapat para tokoh masyarakat dan tokoh
agama tentang ketemuq?
b)
Bagaimana cara kita mengetahui siapa yang
membuat kita ketemuq?
c)
Siapa saja yang bisa mengalami ketemuq
dalam kepercayaan sasak?
d)
Dimana saja ketemuq itu bisa terjadi?
e)
Mengapa seseorang itu bisa mengalami
ketemuq?
f)
Kapan awalnya ketemuq bisa menjadi kepercayaan
masyarakat suku sasak?
g)
Bagaimana cara mengobati ketemuq dalam
kepercayaan suku sasak?
Dari
pertanyaan-pertanyaan di atas muncullah beberapa jawaban yang bisa dijadikan
bahan pelajaran untuk kita semua, adapun jawabannya sebagai berikut:
a)
Pendapat tokoh masyarakat tentang
ketemuq adalah seseorang yang mengalami sakit kepala, demam, dan mual
disebabkan oleh seseorang itu disapa oleh ruh yang telah meninggal dunia, baik
kerabat dekat maupun kerabat jauh. Adapun ketemuq menurut para tokoh agama,
mereka tidak mempercayai dengan sepenuhnya bahwa ketemuq itu ada, tetapi mereka
mengatakan bahwa ruh orang yang meninggal memang ada dan dapat melihat orang
yang hidup karena ruh itu telah kembali kepada penciptanya Allah swt, karena
ruh dari orang meninggal tidak memiliki ruang dan tempat.
b)
Cara
mengetahui bagaimana seseorang bisa ketemuq adalah saat kita merasa sakit
secara tiba-tiba yang gejalanya seperti sakit kepala, demam, mual-mual, dan
segala hal yang dirasakan saat sebelum ruh orang itu meninggal maka seperti
itulah rasa sakitnya orang yang terkena ketemuq, biasanya untuk mengetahuinya juga dilakukan
dengan cara menanyakan kepada orang pintar, orang pintar tersebut akan mengambil
beberapa helai rambut dikepalanya, membaca mantra-mantra dan menyebutkan nama
ruh orang mati yang disangka membuat orang yang terkena ketemuq itu sakit, jika
rambut yang ditarik itu bersuara keras berarti nama ruh orang mati yang disebut
dalam mantra itu adalah ruh yang membuat orang tersebut sakit dan mengalami
ketemuq dan jika tidak bersuara berarti bukan ruh yang disebut itu yang membuat
ketemuq dan cara itu disebut dengan mertuq dalam kepercayaan sasak.
c)
Dalam kepercayaan suku sasak ketemuq
bisa terjadi kepada setiap orang tanpa memandang tingkat usia dan status
sosial.
d)
Ketemuq itu bisa terjadi di tempat-tempat
kerabat yang telah meninggal baik kerabat dekat maupun kerabat jauh, itulah
mengapa seseorang yang melewati rumah kerabatnya yang telah meninggal
diharuskan mengucapkan salam atau meminta izin sebelum melewati rumah tersebut.
e)
Seseorang bisa mengalami ketemuq disebabkan
oleh sapaan atau teguran dari ruh orang yang telah meninggal dunia baik karena
suka ataupun tidak suka terhadap perbuatan yang dilakukan oleh seseorang
tersebut.
f)
Secara pasti semua orang tua yang saya
tanyakan khususnya menurut papuq Saiymah yang sudah berumur 85 tahun mengatakan
bahwa ketemuq itu memang telah ada sejak orang tua dan neneknya (kepercayaan
turun temurun) dan tidak diketahui pasti kapan dan siapa yang memulai
memperkenalkan ketemuq dalam kebiasaan masyarakat suku sasak.
g)
Cara
mengobatinya dengan mendatangi orang pintar (seoarang wanita yang telah berumur
dan berumah tangga di dusun tempatnya tinggal), untuk meminta kepada wanita
yang dianggap bisa mengobatinya dengan cara mertuq, jika semua itu sudah
dilakukan orang yang mengalami ketemuq biasanya setelah itu orang tersebut
meminta maaf dengan mengatakan “poq banggaq dendeq sapaq” dan berludah di luar rumah, dan mengoleskan air liur ibunya
atau air liurnya sendiri secara berputar secara tiga kali di pusar, kemudian meminum air putih yang telah
diberikan doa-doa.
Penutup
Dari hasil pembahasan di atas saya bisa memberi
kesimpulan bahwa ketemuq adalah suatu kepercayaan masyarakat suku sasak yang
telah ada sejak turun-temurun dan secara pasti telah diyakini keberadaannya.
Zaman dewasa ini ketumuq sudah mulai
dipertanyakan kebenarannya disebabkan oleh kemajuan ilmu pengetahuan dan tekhnologi dalam bidang kesehatan, tetapi
semua itu tidak menutup kepercayaan ketemuq dalam pandangan para masyarakat
suku sasak (orang tua dulu).
Orang-orang
yang mengalami ketemuq biasanya mengalami rasa sakit yang sama dengan apa yang
dirasakan oleh ruh orang yang membuat ketemuq tersebut, ada banyak jenis rasa
sakit baik mual, demam tinggi, dan rasa sakit lain yang tidak dapat disebutkan.
Adapun yang bisa membuat ketemuq adalah
ruh dari kerabat yang telah meninggal, baik kerabat dekat maupun kerabat jauh.
Ketemuq
telah menjadi kepercayaan yang mendarah daging dalam masyarakat sasak, jika ada
seseorang kerabat yang sakit biasanya keluarganya akan menanyakan pada wanita
yang ahli mertuq, dan jika tidak ada tanda-tanda orang itu terkena ketemuq
barulah dia dibawa ke dukun atau dokter, ketemuq telah menjadi suatu tradisi,
di daerah saya ketemuq adalah hal yang sangat wajar contohnya saat melewati
rumah kerabat yang telah meninggal dan kemudian sakit, jelas semua pasti akan
mengatakan bahwa orang yang sakit itu terkena ketemuq atau sapaan dari ruh
orang yang meninggal tersebut.
Masya Allah...
BalasHapusTerimakasih atas Ilmunya