BEBERAPA KESALAHAN YANG TERJADI DALAM BAHASA INDONESIA
BABI PEMBAHASAN
A.
Pengumpulan Data Kesalahan Berbahasa
Pengumpulan
data adalah suatu proses, cara, atau perbuatan yang dilakukan seseorang dalam
rangka mengumpulkan data sesuai dengan tujuan yang dikehendaki. Kesalahan berbahasa adalah
penggunaan bahasa secara lisan maupun tertulis yang menyimpang dari
faktor-faktor penentu komunikasi dan kaidah bahasa Indonesia yang berlaku.
Kesalahan berbahasa merupakan suatu peristiwa yang bersifat inheren dalam
setiap pemakaian bahasa, baik secara lisan maupun tulis. Jadi, Pengumpulan data
kesalahan berbahasa adalah suatu proses, cara, atau perbuatan yang dilakukan
seseorang untuk mengumpulkan data-data kesalahan berbahasa, seperti: karangan,
kertas ujian, ujaran, maupun yang terdapat pada artikel media cetak.
1.
Kesalah Fonologi
Kesalahan
fonologi adalah kesalahan pada ucapan bagi bahasa lisan atau kesalahan ejaan
bagi bahasa tulis. Kesalahan ucapan adalah kesalahan mengucapkan kata sehingga
menyimpang dari ucapan baku. Contoh kesalahan ucapan adalah sebagai berikut.
|
Enam
Saudara
Rabu
Mengubah
Telur
Alasan
Makin
Tangkap
Hantam
Aktif
Pasif
Fakultas
Apotek
Ijazah
|
Dibaca
|
anam
sodara
rebo
mengobah
telor
alesan
mangkin
tangkep
hantem
aktip
pasip
pakultas
apotik
ijasah
|
Kesalahan
ejaan adalah kesalahan menuliskan kata atau kesalahan menggunakan tanda
baca.Contoh kesalahan ejaan adalah sebagai berikut.
|
Penulisan yang benar
|
Penulisan yang salah
|
|
Mengetengahkan
|
Mengketengahkan
|
|
Melihat-lihat
|
me-lihat2
|
|
Mempertanggungjawabkan
|
Mempertanggung
jawabkan
|
|
Bertanggung jawab
|
bertanggungjawab
|
|
Pertanggungjawaban
|
pertanggungan jawab
|
|
Sekaligus
|
sekali gus
|
|
Orang tua
|
orangtua
|
|
Dua puluh
|
duapuluh
|
1.
Kesalahan Morfologi
Kesalahan
morfologi adalah kesalahan bahasa yang disebabkan karena salah memilih afiks,
salah menggunakan kata ulang, maupun salah menyusun kata turunan.Contoh
kesalahan morfologi adalah sebagai berikut.
a. Kamu lebih baik berpulang daripada meninggal
di sini.
b. Nanti sore diadakan latihan berbaris-baris di sekolah.
c. Gerakkan tanganmu dengan gerakkan silat!
Seharusnya:
a. Kamu lebih baik pulang daripada tinggal
di sini.
b. Nanti sore diadakan latihan baris-berbaris di sekolah.
c. Gerakan tanganmu dengan gerakan silat.
2.
Kesalahan Sintaksis
Kesalahan
sintaksis adalah kesalahan atau penyimpangan struktur frasa, klausa, maupun
kalimat, serta ketidaktepatan dalam pemakaian partikel.Contoh kesalahan
sintakis adalah sebagai berikut.
a. Untuk menyingkat
waktu, pemotongan tumpeng akan segera dilaksanakan.
b. Latihan bernyanyi diadakan sekali setiap minggu.
c. Sampai bertemu lagi di
lain kesempatan.
d. Kami rela berkorban demi untuk negara.
Seharusnya:
a. Untuk menghemat
waktu, pemotongan tumpeng akan segera dilaksanakan.
b. Latihan bernyanyi diadakan setiap minggu atau latihan bernyanyi
diadakan sekali seminggu.
c. Sampai bertemu lagi pada kesempatan lain atau sampai bertemu
lagi di tempat lain.
d. Kami rela berkorban untuk negara atau kami rela berkorban demi negara.
4.
Kesalahan Leksikon
Kesalahan
leksikon adalah kesalahan memakai kata yang tidak atau kurang tepat.Contoh
kesalahan leksikon adalah sebagai berikut.
a. Demikianlah agar Anda maklum, dan
atas perhatiannya saya ucapkan
terimakasih.
b. Saudara-saudara, sebelum kita makan
marilah kami berdoa bersama-sama.
c. Persetujuan itu disetujui pada hari Minggu yang lalu.
Seharusnya:
a. Demikianlah agar Anda maklum, dan atas perhatian Anda saya ucapkan terima kasih.
b. Saudara-saudara, sebelum kita makan marilah kita berdoa bersama-sama.
c. Persetujuan itu ditandatangani
pada hari Minggu yang lalu.
Dalam
mengidentifikasi kesalahan berbahasa yang dilakukan oleh siswa, tidak
selalu menganalisis yang terlihat secara tersurat, baik melalui tulisan maupun
hasil transkripsi wacana lisan. Penganalisisan tersebut dilakukan pula dalam
menganalisis kesalahan berbahasa secara tersirat seperti yang terjadi pada
kalimat “Bola menendang adik.”Mengumpulkan data kesalahan berbahasa serta
menganalisisnya secara terperinci tanpa adanya upaya penjelasan dari berbagai
sumber merupakan kegiatan yang belum sempurna apabila dipandang dari segi
pendidikan dan pengajaran bahasa. Fakta-fakta riset menyarankan bahwa beberapa
tipe koreksi kesalahan berbahasa (KKB) dapat bermanfaat dalam membantu para
pelajar untuk menghindari kesalahan terdahulu dan juga untuk mengembangkan tahap-tahap
kompetensi yang lebih tinggi[1][2]. Berikut ini adalah beberapa contoh analisis kesalahan
berbahasa.
a. Kesalahan dalam penggunaan frasa atas
perhatiannya.
Kita seringkali mendengar seseorang mengatakan Atas
perhatiannya, saya sampaikan terima kasih.Ujaran tersebut ditujukan kepada lawan bicara, agar
lebih jelas dalam penyampaiannya, maka kalimat yang tepat adalah Atas
perhatian Saudara, saya ucapkan terima kasih.
b. Kesalahan dalam penggunaan ujaran penghormatan.
Atas
kerawuhan saudara, saya haturkan terima kasih.kalimat tersebut diujarkan untuk
menghormati lawan bicara. Akan tetapi, kalimat tersebut bukanlah kalimat bahasa
Indonesia. Salah satu sifat bahasa Indonesia ialah menyeluruh dan tidak
menggunakan kata-kata khusus untuk golongan-golongan tertentu seperti bahasa
Jawa, Sunda, Maupun Batak. Ujaran yang tepat adalah atas kedatangan saudara,
saya ucapkan terima kasih.
c. Kesalahan dalam penggunaan kata
depan “di”
Ulva
berjalan dibawah kerindangan pohon kamboja. Kalimat tersebut terdapat kesalahan penulisan kata depan
‘di’. Kalimat di atas menerapkan kaidah penulisan kata depan ‘di’ sebagai
awalan sehingga penulisan yang seharusnya dipisah tetapi ditulis serangkai
dengan kata yang diikuti. Perbaikan kesalahan penulisan ejaan tersebut adalah Ulva
berjalan di bawah kerindangan pohon kamboja.
d. Kesalahan dalam penggunaan
tanda koma
Dia
lupa akan janjinya, karena sibuk. Penggunaan tanda koma tersebut tidak tepat karena pemakaian
tanda koma seharusnya digunakan untuk memisahkan anak kalimat dari induk
kalimat apabila anak kalimat mendahului induk kalimat. Dalam kaidah bahasa
Indonesia, tanda koma tidak dipakai untuk memisahkan anak kalimat dan induk
kalimat apabila anak kalimat mengiringi induk kalimat. Oleh karena itu, tanda
koma harus dihilangkan.
e. Kesalahan pembentukan kata
a) Presiden lantik enam orang duta besar.
b) Indonesia luncurkan pesawat baling-baling.
c) BRI Tangerang gunakan sistem komputer.
Kalimat-kalimat
di atas merupakan kalimat aktif transitif, yaitu kalimat aktif yang memiliki
objek.Menurut kaidah bahasa Indonesia, predikat kalimat aktif transitif harus
menggunakan predikat berawalan me- sehingga kata lantik, luncurkan, dan gunakan
diubah menajadi melantik, meluncurkan, dan menggunakan.
f.
Kesalahan dalam penulisan diftong
Ada
tiga jenis diftong dalam bahasa Indonesia, yaitu ai, au, dan oi.Ketiga diftong
tersebut hendaknya dipakai dengan tertib dalam ragam tulis resmi.
|
Bubur
kacang ijo
b)
Bunga terate
c)
Kede kopi
d) Kerbo kerbau ,m;mgjgfjh
e)
Burung bango
|
Seharusnya
|
bubur
kacang hijau.
bunga
teratai
kedai kopi
kerbau
burung bangau
|
g. Kesalahan dalam penggunaan kata
a) Pustakawan harus menggantungkan
informasi pada para dosen, tetapi kalau para dosen tidak mengetahui buku apa
saja yang baru diterbitkan, mereka tentunya
tidak dapat mengajukan saran.
b) Bekal yang hanya bersifat pengantar tentunya tidak dapat dijadikan landasan
yang kuat untuk mengadakan penelitian yang mendalam.
Kata
“tentunya” hanya digunakan dalam ragam bahasa lisan. Kata tersebut
terpengaruh dari bahasa jawa, yaitu
tentune, atau terpengaruh bahasa sunda, yaitu tangtuna. Jika kalimat itu
digunakan dalam konteks bahasa resmi, kata tentunya diubah menjadi tentu.
h. Kesalahan penyusunan kalimat
a) Sejak dari kecil ia sudah terlihat sebagai
anak yang cerdas.
b) Kita harus menghormati orang lain agar supaya orang lain menghormati kita.
Pemakaian
dua kata yang memiliki makna yang sama dipakai sekaligus dalam sebuah kalimat
adalah pemakaian kata yang tidak efektif. Kata-kata yang bersinonim tidak perlu
digunakan sekaligus dalam sebuah kalimat.Kita cukup menggunakan salah satu di
antara kedua kata tersebut.
i. Kesalahan Pemilihan Kata
a) Walikota bikin keputusan tanpa perhitungan matang.
b) Saya pernah bilang hal itu kepadamu.
c) Adik lagi tidur.
C.
Cara Mengatasi atau penanggulangan
keslahan membaca
Kesalahan berbahasa disebabkan oleh faktor
pemahaman, kemampuan atau kompetensi.Kesalahan berbahasa selalu berulang dan
terjadi secara sistematis. Hal
ini berlaku umum, artinya terjadi pada beberapa siswa.Namun, Kesalahan
berbahasa dapat diperbaiki oleh guru melalui pengajaran remedial, latihan, dan
praktik berbahasa. Selain itu kesalahan berbahasa dapat diperbaiki melalui
pengumpulan data beberapa kesalahan berbahasa yang terjadi dan penerapan
belajar secara terus menurus.
BAB II
PENUTUP
A.
Simpulan
1. Pengumpulan data kesalahan berbahasa
dapat dilakukan dengan penganalisisan kesalahan berbahasa. Namun, Mengumpulkan
dan menganalisis data kesalahan berbahasa tanpa adanya koreksi dan penjelasan
dari berbagai sumber merupakan kegiatan yang belum sempurna apabila dipandang
dari segi pendidikan dan pengajaran bahasa.
2. Pengumpulan data secara spontan
dilakukan tanpa menggunakan alat pancingan. Sedangkan pengumpulan data secara
pancingan dilakukan dengan menggunakan alat pancingan.
3. Penyimpangan dalam penggunaan bahasa
disebabkan oleh kesalahan dan kekeliruan.
Kekeliruan kurang tepat dijadikan sebagai sumber data anakes karena
sifatnya yang tidak konsisten.Oleh karena itu, sumber data anakes yang paling
cocok adalah kesalahan berbahasa.
B. Saran
Pengumpulan data kesalahan
berbahasa sebaiknya dilakukan dengan adanya bukti yang kuat dari berbagai
sumber.Sebagai calon pendidik bahasa dan Sastra indonsia, anakon anakes
merupakan bagian yang sangat penting dipelajari.Karena dengan mempelajarinya
lebih lanjut, kita mendapatkan banyak bekal pengetahuan sehingga lebih peka
terhadap kesalahan-kesalahan berbahasa yang dilakukan oleh siswa.
DAFTAR PUSTAKA
Arifin, E Zaenal dan Farid Hadi.
1991. 1001 Kesalahan Berbahasa: Bahan
Penyuluhan Bahasa Indonesia. Jakarta: Akademika Pressindo.
Departemen Pendidikan Nasional.2001.
Pedoman Umum Ejaan Bahasa Yang
Disempurnakan. Bandung: Yrama Widya.
Tarigan, Henry Guntur dan Djago
Tarigan. 1988. Pengajaran Analisis
Kesalahan Berbahasa. Bandung: Angkasa.
Tim Penyusun Kamus Pusat Bahasa.
2007. Kamus Besar Bahasa Indonesia:
Edisi Ketiga. Jakarta: Balai
Pustaka.
Komentar
Posting Komentar